Pertukaran Pemuda Antar Negara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga merupakan Program Pelatihan Kepemimpinan. Program yang sedang dibuka untuk wilayah DKI Jakarta antara lain:
Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada : 1 orang Perempuan ( 18 – 23 tahun )
Pertukaran Pemuda Indonesia Australia : tidak ada kuota ( 21 – 25 tahun )
Pertukaran Pemuda Indonesia Malaysia : 1 orang laki laki ( 23 – 27 tahun )
Pertukaran Pemuda Indonesia Korea Selatan : tidak ada kuota ( 18 – 25 tahun )
Pertukaran Pemuda Indonesia China : 1 orang laki laki ( 18 – 25 tahun )
Pertukaran Pemuda ASEAN-Jepang : 1 orang Laki laki dan 1 orang perempuan
( 20 – 30 tahun )
Pertukaran Pemuda Indonesia Australia : tidak ada kuota ( 21 – 25 tahun )
Pertukaran Pemuda Indonesia Malaysia : 1 orang laki laki ( 23 – 27 tahun )
Pertukaran Pemuda Indonesia Korea Selatan : tidak ada kuota ( 18 – 25 tahun )
Pertukaran Pemuda Indonesia China : 1 orang laki laki ( 18 – 25 tahun )
Pertukaran Pemuda ASEAN-Jepang : 1 orang Laki laki dan 1 orang perempuan
( 20 – 30 tahun )
Persyaratan calon peserta tingkat Propinsi DKI Jakarta :
- Warga Negara Indonesia
- Memiliki KTP DKI Jakarta
- Sesuai dengan Kriteria Usia yang di syaratkan oleh program
- Sehat Jasmani dan Rohani
- Minimal Lulus SMU
- Belum Menikah
- Aktif dan berminat dalam bidang pemberdayaan masyarakat
- Memiliki akses yang kuat dalam bidang pemberdayaan pemuda
- Belum Pernah mengikuti program pertukaran pemuda dengan luar negeri yang diselenggarakan oleh pemerintah
- Menguasai salah satu atau lebih jenis keterampilan kesenian
- Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan dengan skor kompetensi minimum memenuhi salah satu sistem tes sebagaimana ketentuan berikut: TOEIC 400, TOEFL Paper 432, TOEFL CBT 120, TOEFL IBT 40, atau IELTS 3,5
- Belum Pernah Terlibat dalam Tindakan Kriminal dan dijatuhi hukuman berdasarkan keputusan pengadilan, dibuktikan dengan SKCK
- Lulus Seleksi Tingkat Propinsi dan Tingkat Nasional
- Lulus seleksi Medical Check Up pada RS yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar negara tujuan di Jakarta
- Calon peserta yang tidak lolos dalam Medical Check Up di Jakarta, maka nominasinya akan digantikan oleh calon peserta unggulan kedua dari provinsi dimaksud dengan jenis kelamin yang sama.
Pendaftaran dilakukan pada hari kerja Jam 10:00-15:00 WIB (istirahat jam 12:00-13:00) di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Jl Jatinegara Timur no 55 Jakarta Timur (sebelah RS Mitra Internasional, dekat terminal bus Kampung Melayu). Pendaftran di Lantai 4 dengan Ibu Eha : Langsung ambil dan isi formulir di tempat. Yang harus dibawa pada saat pendaftaran antara lain:
- Fotokopi KTP
- Pas Foto 4×6 & 3×4 @ 2 lembar
Pendaftaran terakhir tanggal akhir Maret 2011 atau awal April 2011, apabila jumlah pendaftar sudah 100 orang atau lebih (per tanggal 18 Maret 2011 jumlah pendaftar baru sekitar 50 orang).
Setelah mendaftar, sekitar tanggal 20 April dan seterusnya, mengambil jadwal seleksi di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Materi Seleksi :
Bahasa Inggris, Pengetahuan Umum, Pengetahuan Pariwisata, Pengetahuan Budaya Betawi, Pengetahuan Pemerintahan, Pengetahuan Olahraga dan Kepemudaan, Kesenian dan Keterampilan.
Bahasa Inggris, Pengetahuan Umum, Pengetahuan Pariwisata, Pengetahuan Budaya Betawi, Pengetahuan Pemerintahan, Pengetahuan Olahraga dan Kepemudaan, Kesenian dan Keterampilan.
Persyaratan Administratif bagi peserta yang lulus seleksi
- Akte kelahiran atau kenal lahir;
- Izin tertulis bermaterai Rp.6000,- asli dari orang tua / instansi yang bersangkutan,
- Menyerahkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian Daerah setempat;
- Surat pernyataan peserta bermaterai Rp.6000,- yang telah ditandatangani pula oleh orang tua / instansi yang mengirimkan peserta, menyatakan kesediaan untuk mentaati peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga;
- KTP yang masih berlaku;
- Fotokopi paspor yang masih berlaku (paspor asli harap dibawa ketika acara Pre Departure Training);
- Fotokopi sertifikat kompetensi Bahasa Inggris (TOEIC / TOEFL / IELTS / Cambridge Exam) yang disahkan Kadispora / Kadisdik tingkat Kota / Kabupaten;
- Pasfoto berwarna 2X3 dan 4X6 masing-masing sebanyak 6 lembar;
- Menyerahkan karya tulis dalam Bahasa Inggris (minimal 1000 kata) mengenai kegiatan selama mengikuti program dan rencana kegiatan pasca program.
Pembiayaan
- Yang ditanggung masing-masing daerah adalah biaya pengurusan paspor di provinsi masing-masing.
- Yang ditanggung oleh Pemerintah Provinsi adalah uang saku peserta selama mengikuti program; biaya perjalanan dari tempat tinggal ke ibukota provinsi; akomodasi selama di ibukota provinsi.
- Yang ditanggung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah: Biaya visa, airport tax dan tiket ke negara tujuan PP; Transport dari ibukota provinsi – Jakarta (PP) untuk mengikuti program; Perlengkapan dan akomodasi selama mengikuti program; Biaya medical check up untuk peserta PPIK dan PPIA
Apa perbedaan dari masing-masing program? berikut penjelasannya:
Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP)
Di Indonesia, ICYEP lebih dikenal dengan sebutan Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada (PPIK). Program ini berlangsung atas kerjasama pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga dan organisasi Canada World Youth (CWY).
Program berlangsung selama kurang lebih 6 bulan dengan dibagi menjadi 2 fase, yaitu fase Kanada (3 bulan) dan fase Indonesia (3 bulan). Selama program, peserta akan tinggal di rumah keluarga angkat (host family) dan dipasangkan dengan seorang rekan pemuda dari Kanada. Beberapa kegiatan selama PPIK berlangsung antara lain kerja sosial (social works), pemberdayaan masyarakat setempat, dan kesempatan untuk belajar bekerja secara profesional melalui program Work Placement (penempatan kerja).
PPIK berlangsung sekitar bulan September-Februari.
Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP)
Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) atau juga sering disebut sebagai Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) merupakan salah satu implementasi dari Memorandum of Understanding antara pemerintah Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Kesepakatan tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pemuda untuk saling belajar pengalaman dari kedua negara khususnya dan dunia internasional umumnya.
Bentuk program ini adalah kegiatan bersama pemuda Indonesia dan Malaysia di Indonesia dan di Malaysia secara bergantian setiap tahunnya. Pada tahun 2007, sesuai dengan kesepakatan yang sudah ada, Indonesia mengirimkan pemuda-pemudi pilihannya ke Malaysia. Program yang dilaksanakan antara lain Courtesy Call, Institutional Visits, Training of Trainers (TOT) dan Homestay. IMYEP berlangsung sekitar bulan Juli selama kurang lebih 2 minggu.
Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP)
Indonesia – Korea Youth Exchange Program (IKYEP) atau Pertukaran Pemuda Indonesia – Korea (PPIKor) adalah program pertukaran pemuda yang difasilitasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dengan Ministry of Gender Equality and Family Republic of Korea (Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Republik Korea).
Memorandum of Understanding (MoU) di antara dua kementerian ditandatangani pada tahun 2009. Di mana pada tahun 2010, diselenggarakan untuk pertama kalinya pertukaran pemuda di antara kedua negara.
Di Indonesia, kegiatan pertukaran pemuda ini dikoordinasikan dan dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia. Sedangkan di Korea, kegiatan pertukaran pemuda ini dilaksanakan oleh Korea Youth Exchange Center.
Pada November 2010, Indonesia mengirimkan 10 duta muda Indonesia. Perwakilan Indonesia ini terdiri dari lima orang pemuda dan lima orang pemudi yang berasal dari delapan provinsi di Indonesia yaitu Provinsi Jawa Barat, Provinsi Riau, Provinsi Lampung, Provinsi Banten, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi DI Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Bali.
Kegiatan PPIKor ini berlangsung dalam dua fase. Pertama adalah fase Korea. Kedua adalah fase Indonesia. Masing-masing fase berdurasi sepuluh hari. adapun yang menjadi kegiatan utamanya ialah, Courtesy Call, Kunjungan dan diskusi ke tempat-tempat kegiatan kepemudaan baik di Indonesia maupun di Korea, Homestay, dan Cultural Performance.
IKYEP berlangsung sekitar bulan November.
Lebih lanjut mengenai program ini bisa dilihat di http://www.facebook.com/pages/Indonesia-Korea-Youth-Exchange-Program/164019456983745
Pertukaran Pemuda Indonesia China
no further info
Ship for South East Asian Youth Program (SSEAYP)
Program Kapal Pemuda Asia Tenggara atau yang lebih dikenal sebagai Ship for South-East Asia Youth Program (SSEAYP) merupakan program pertukaran pemuda yang pertama kali dirintis oleh negara-negara anggota ASEAN dengan Jepang di tahun 1974. Seiring berkembangnya keanggotaan ASEAN, maka di tahun 1997 keseluruhan negara anggota ASEAN telah bergabung di program ini. Program ini dikelola oleh negara-negara peserta program dan Jepang sebagai sponsor utama.
Di Indonesia, program ini dilaksanakan di bawah koordinasi Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga. Secara umum, program ini bertujuan untuk memperkuat jejaring (network) dan pemahaman antarbudaya yang saling menguntungkan (mutual understanding) di antara pemuda Asia Tenggara dan Jepang. Di samping itu, SSEAYP itu sendiri juga dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi pemuda serta memajukan kerjasama internasional melalui pelaksanaan berbagai kegiatan selama program.
Secara umum, kegiatan SSEAYP dibagi menjadi kegiatan di atas kapal (kegiatan selama kapal berlayar, dikenal dengan sebutan “On Board Activities”. Tahun 1974-2008 kapal yang digunakan adalah M.S. Nippon Maru, sejak tahun 2009 menggunakan kapal M.S. Fuji Maru) dan kegiatan di darat (saat kapal berlabuh, dikenal dengan sebutan “Country Program”. Negara tujuan kapal berlabuh berubah setiap tahunnya. Biasanya terdiri dari Jepang dan 5 negara ASEAN).
Kegiatan diatas kapal antara lain:
• Diskusi:
peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok sesuai tema diskusi yang paling diminiati. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu menambah pengetahuan dengan saling berbagi informasi bersama peserta dari negara-negara lain
• Diskusi:
peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok sesuai tema diskusi yang paling diminiati. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu menambah pengetahuan dengan saling berbagi informasi bersama peserta dari negara-negara lain
• Solidarity Group Activities:
Selama SSEAYP peserta akan dikelompokkan dalam sebuah tim (disebut Solidarity Group, atau lebih dikenal sebagai SG) yang beranggotakan peserta program dari negara-negara yang berbeda. Mereka akan melaksanakan serangkaian kegiatan selama program berlangsung. Melalui kegiatan kelompok semacam ini peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan antarbudaya dan jalinan persahabatan yang lebih erat dengan pemuda dari negara lain
Selama SSEAYP peserta akan dikelompokkan dalam sebuah tim (disebut Solidarity Group, atau lebih dikenal sebagai SG) yang beranggotakan peserta program dari negara-negara yang berbeda. Mereka akan melaksanakan serangkaian kegiatan selama program berlangsung. Melalui kegiatan kelompok semacam ini peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan antarbudaya dan jalinan persahabatan yang lebih erat dengan pemuda dari negara lain
• Club Activities:
Dalam kegiatan ini, perwakilan dari masing-masing negara peserta diberikan kesempatan untuk dapat saling berbagi pengetahuan kebudayaan (cultural knowledge) mereka dengan mengajarkan dan mempertunjukkan kepada peserta dari negara-negara lain. Kegiatan ini akan menambah wawasan para peserta akan seni dan budaya negara lain.
Dalam kegiatan ini, perwakilan dari masing-masing negara peserta diberikan kesempatan untuk dapat saling berbagi pengetahuan kebudayaan (cultural knowledge) mereka dengan mengajarkan dan mempertunjukkan kepada peserta dari negara-negara lain. Kegiatan ini akan menambah wawasan para peserta akan seni dan budaya negara lain.
Kegiatan ketika kapal berlabuh antara lain:
• Welcome Ceremony:
Upacara penyambutan resmi saat kapal berlabuh di negara tujuan. Penyambutan dilakukan oleh pemerintah dan panitia lokal.
• Welcome Ceremony:
Upacara penyambutan resmi saat kapal berlabuh di negara tujuan. Penyambutan dilakukan oleh pemerintah dan panitia lokal.
• Courtesy Calls:
Merupakan kunjungan resmi ke berbagai institusi pemerintah. Umumnya peserta program ini akan berkunjung dan disambut secara resmi oleh kepala negara yang bersangkutan.
Merupakan kunjungan resmi ke berbagai institusi pemerintah. Umumnya peserta program ini akan berkunjung dan disambut secara resmi oleh kepala negara yang bersangkutan.
• Institutional Visits:
Dalam kegiatan ini peserta program akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana masing-masing kelompok akan berkunjung ke berbagai institusi pemerintah maupun swasta serta beberapa tempat menarik lainnya (misalnya: studio televisi atau institusi media, universitas setempat serta sejumlah obyek wisata).
Dalam kegiatan ini peserta program akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana masing-masing kelompok akan berkunjung ke berbagai institusi pemerintah maupun swasta serta beberapa tempat menarik lainnya (misalnya: studio televisi atau institusi media, universitas setempat serta sejumlah obyek wisata).
• Interaction with Local Youth:
Dalam kegiatan ini peserta akan berinteraksi dengan pemuda setempat di negara yang disinggahi dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain forum diskusi serta berbagai keterlibatan dalam kegiatan kepemudaan setempat lainnya.
Dalam kegiatan ini peserta akan berinteraksi dengan pemuda setempat di negara yang disinggahi dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain forum diskusi serta berbagai keterlibatan dalam kegiatan kepemudaan setempat lainnya.
• Homestay:
Dalam kegiatan ini peserta akan tinggal bersama keluarga lokal di negara yang disinggahi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada peserta program untuk dapat merasakan kehidupan sebagaimana layaknya masyarakat setempat. Peserta akan diposisikan sebagai anggota keluarga di mana mereka akan ikut serta melaksanakan ritual harian sekaligus menjalankan berbagai kebiasaan setempat. Diharapkan melalui kegiatan ini peserta mampu mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial lintas budaya yang lebih kuat sekaligus menanamkan nilai-nilai persahabatan dan perdamaian.
Dalam kegiatan ini peserta akan tinggal bersama keluarga lokal di negara yang disinggahi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada peserta program untuk dapat merasakan kehidupan sebagaimana layaknya masyarakat setempat. Peserta akan diposisikan sebagai anggota keluarga di mana mereka akan ikut serta melaksanakan ritual harian sekaligus menjalankan berbagai kebiasaan setempat. Diharapkan melalui kegiatan ini peserta mampu mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial lintas budaya yang lebih kuat sekaligus menanamkan nilai-nilai persahabatan dan perdamaian.
• Farewell dan Send-Off Ceremony:
Sebagai penutup kegiatan Country Program, peserta akan dilepas dalam sebuah upacara perpisahan sekaligus pelepasan untuk kembali berlanjut berlayar.
Sebagai penutup kegiatan Country Program, peserta akan dilepas dalam sebuah upacara perpisahan sekaligus pelepasan untuk kembali berlanjut berlayar.
SSEAYP berlangsung bulan Oktober-Desember selama 52 hari.
sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar